Melihat Keamanan Kandungan Dari Eliquid Pada Rokok Elektrik



Belum semua orang mengenal apa itu personal vaporizer. Akan tetapi, keberadaan benda ini sudah cukup dikenal, khususnya oleh para perokok. Personal vaporizer merupakan rokok elektrik. Sering juga disebut sebagai sisha pen atau sisha elektrik. Personal vaporizer sekarang ini mulai semakin dikenal dan digunakan sebagai alternatif mengkonsumsi rokok konvensional. Hal tersebut karena rokok elektrik ini disebutkan tidak memiliki resiko seberat rokok konvensional. Akan tetapi hal tersebut masih menjadi bahan perdebatan karena banyak juga yang beranggapan bahwa vaporizer masih tetap berbahaya. Ada Negara-negara yang mengijinkan beredarnya rokok ekektrik ini, namun ada juga yang melarangnya termasuk Singapura. Hal ini karena kandungan dari eliquid, cairan bahan baku personal vaporizer masih diperdebatkan tingkat keamanannya.

Apa sebenarnya kandungan dari eliquid


Rokok elektrik juga dianggap sebagai salah satu cara untuk mengurangi efek buruk dan berbahaya dari rokok konvensional. Meskipun belum 100 persen terbebas dari zat-zat yang dapat menimbulkan resiko, namun alat ini dirasa jauh lebih aman daripada rokok konvensional. Rokok konvensional mengandung 7000 macam zat kimia, dan 200 di antaranya zat karsinogenik yang sangat merugikan tubuh. Selain itu, rokok konvensional juga mengandung tar sehingga paru-paru dapat terkena noda dari tar. Belum lagi asap yang dihasilkan dari rokok konvensional mengandung zat-zat berbahaya, termasuk karbon monoksida. Asap rokok konvensional berbahaya bukan hanya untuk perokok itu sendiri, namun juga orang-orang di sekitarnya yang ikut terpapar menghirup asap rokok. Bagaimana dengan kandungan dari eliquid, apakah berbahaya juga?

Cara kerja personal vaporizer adalah dengan mengubah eliquid menjadi uap untuk dihirup sehingga seolah-olah penggunanya sedang merokok. Eliquid sendiri memang masih terbuat dari bahan kimia, namun jauh lebih aman daripada kandungan zat dalam rokok konvensional. Eliquid kebanyakan memakai Propylene Glycol (PG) dan Glycerin (VG). Kedua bahan tersebut sering dipakai sebagai bahan pemanis dalam obat-obatan dan makanan. Kandungan dari eliquid ini oleh American Food and Drug (FDA) atau di Indonesia kita memiliki BPPOM, tergolong dalam GRAS (Generally Recognzed As Safe) karena komponen kimia dengan rasa manis ini tingkat kandungan racunnya mendekati nol atau hampir tidak ada.

Kandungan zat yang masih sama seperti yang terkandung dalam rokok konvensional hanyalah nikotin, itupun opsional yang artinya bisa disesuaikan dengan keinginan, bahkan ditiadakan. Beberapa pilihan kandungan nikotin yang tersedia antara lain 0 mg, 6 mg, 9 mg, 12 mg, dan lain-lain. Secara umum tentu saja nikotin merupakan zat yang membahayakan tubuh jika dikonsumsi dalam dosis yang berlebihan dan jangka panjang. Zat nikotin sebenarnya juga tidak asing karena terdapat dalam tumbuh-tumbuhan suku terung-terungan atau SOLANACEAE, seperti kentang, cabai, dan tomat yang sering dikonsumsi sehari-hari. Nikotin memiliki efek enyebabkan kecanduan, sehingga bagi mereka yang baru mulai memakai alat ini untuk menghentikan kebiasaan merokok mereka, sebaiknya tetap memilih menambahkan salah satu kandungan dari eliquid tersebut agar tidak kaget.

Komponen dalam personal vaporizer yang bertugas memproses eliquid menjadi uap dimulai dari tampungan eliquid di dalam clearomizer atau tabung. Eliquid kemudian diserap oleh wick atau tali dengan lilitn kumparannya di dalam komponen atomizer. Pada saat rokok elektrik dinyalakan, maka kumparan kawat akan menyala dan memanaskan eliquid tersebut, dan pada akhirnya dihasilkan uap dari proses tersebut.

Rokok elektrik dapat menjadi solusi bagi para perokok yang mengalami hambatan dalam menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Kandungan dari eliquid yang merupakan bahan pokok dari rokok elektrik ini memiliki tingkat keamanan jauh di atas rokok konvensional.
0 Komentar untuk "Melihat Keamanan Kandungan Dari Eliquid Pada Rokok Elektrik"

Back To Top