Mengenal Efek Samping Rokok Elektrik



Jika dilihat dipasaran sekarang ini, ada semakin banyak saja pihak yang menjual produk rokok elektrik. Semakin meningkatnya produk rokok tersebut tentu saja menjadi indikator bahwa rokok tersebut memiliki efek positif bagi mereka yang ingin berhenti merokok. Namun apakah sudah diperhitungkan mengenai efek samping rokok elektrik? Para penjual produk tersebut tidak hanya mendominasi pasar lokal namun juga pasar online atau dunia internet. Produk ini biasanya digunakan bagi mereka yang memiliki keinginan untuk berhenti merokok dari produk rokok tembakau. Produk ini sering juga disebut dengan e-cigar karena memiliki ukuran dan bentuk yang sama dengan rokok pada umumnya.

Mengenal Bagian-Bagian Rokok Elektrik

Jika diperhatikan dari banyak bagiannya, produk tersebut terdiri dari vaporizer, cartridge, baterai, dan juga penguap. Asap yang dihasilkan dari rokok tersebut berbeda dengan rokok asli yang terbuat dari tembakau. Meskipun masih menggunakan nikotin, produk ini tidak memiliki efek yang separah tembakau. Namun tetap saja orang perlu mewaspadai tentang efek samping rokok elektrik. Meskipun banyak yang bilang bahwa produk ini tidak mengandung banyak zat berbahaya, namun bukan berarti rokok tersebut 100% aman untuk digunakan. Dari segi rasa, rokok tersebut juga memiliki kemiripan rasa dengan rokok konvensional. Namun yang unik adalah rokok tersebut dapat diberi rasa seperti buah-buahan maupun permen.

Kontroversi Efek Samping Rokok Elektrik

Meskipun kebanyakan dari produsen rokok elektronik melakukan klaim bahwa dalam rokok tersebut tidak ada kandungan monoksida maupun dioksida, namun beberapa produsen masih menyertakan bahan tersebut sehingga seringkali menimbulkan efek samping rokok elektrik seperti nafas yang bau dan membuat gigi menjadi kuning. Rokok elektrik memang memiliki banyak sekali kelebihan karena sering dimanfaatkan untuk membantu seseorang dalam berhenti merokok. Akan tetapi beberapa orang menghindari penggunaan rokok tersebut setelah mengetahui efek merugikan yang ada didalamnya. Penelitian juga sudah dilakukan oleh lembaga kesehatan dunia bahwa pada rokok elektrik terdapat beberapa bahan yang tidak wajar dan dapat mengganggu kesehatan. 

Diketahui bahwa pada beberapa rokok elektrik yang mengklaim tidak menyertakan nikotin pada cartridge mereka ternyata mengandung nikotin. Meskipun label tersebut mengatakan bahwa tidak ada nikotin yang disertakan, penelitian menunjukkan bahwa terdapat nikotin didalamnya. Kadar dari nikotin juga seringkali tidak sesuai dengan yang disertakan pada label sehingga menimbulkan efek samping rokok elektrik. Banyak juga cartridge yang mengandung bahan beracun seperti dietilena glikol dan zat antibeku. Ditemukan juga beberapa perangkat yang mengandung karsinogen sehingga menimbulkan efek samping sama seperti rokok reguler pada umumnya. Diketahui juga berdasarkan penelitian bahwa rokok elektrik mengeluarkan polutan yang terbukti berbahaya untuk manusia. 

Sekarang ini banyak lembaga kesehatan yang menganjurkan untuk tidak menggunakan rokok elektrik setelah diketahui beberapa efek samping rokok elektrik. Meskipun sudah banyak larangan, namun peredaran rokok elektrik tersebut masih belum bisa dikurangi. Nikotin pada produk tersebut juga memberikan efek yang cukup signifikan sehingga menimbulkan rasa ketagihan. Kontroversi rokok elektrik akan terus berlanjut selama masih ada orang yang menganggapnya sebagai produk yang terbaik untuk mengurangi kecanduan rokok dan juga ada orang yang bersikap antipati terhadap produk ini. 

Meskipun timbul pro dan kontra karena efek samping rokok elektrik, saat ini masih belum ada kepastian atau penelitian yang dilakukan dalam skala besar yang menyebutkan bahwa rokok tersebut memiliki efek yang buruk dan signifikan pada kesehatan untuk jangka panjang. Di Indonesia sendiri juga masih belum ada kejelasan dari BPOM mengenai penggunaan rokok tersebut.
0 Komentar untuk "Mengenal Efek Samping Rokok Elektrik"

Back To Top